Di mana dia ?


WHERE’S HE NOW?

Kami tidak bisa menemukan dia di tempat biasanya dia bermain,

Atau mendengar tangisannya yang nyaring, Atau tawanya yang riang gembira.

Atau melihat tatapan matanya yang memohon supaya boleh melakukan apa yang dia inginkan : berhujan-hujan, makan dan minum perjamuan suci di gereja, atau bermain dengan pasir di lereng gunung Kelud di rumah nenek dan buyutnya.

Di mana dia ?

Aku juga tidak bisa lagi memanggulnya di pundakku seperti dulu,

Atau mengajaknya bermain-main ‘lift-lift’ dengan menjadikan punggungku ‘lift’ bagi dia.

Di mana dia?

Kucari dia sewaktu malam hari,

Kutemukan dia sedang tertidur pulas…

Ah, ternyata dia sudah berumur 16 tahun sekarang!

Kami bersyukur dan berterima kasih kepada TUHAN YESUS, yang telah mengaruniakan dia di tengah-tengah kami.

Doa kami, TUHAN YESUS menyertai dia, memberkati dia, kemanapun dia pergi dan apapun yang dia lakukan.

Sekarang, kami ucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN KE 16” bagi dia…

Samuel Dimas S, putra kami.

Sidoarjo, 7 Agustus 2011

Yosafat Agus S. & Susana Suprihatin

Kutulis di wall FACEBOOKnya :

You have always made us proud. Our blessings and support are always with you. May God bless you with all you desire in life. Happy Birthday Son. Enjoy your special day.

Banyuwangi – Jajag – Genteng

Perjalanan kami bertiga ke Banyuwangi untuk mengikuti KKR Kabar Mempelai “BANYUWANGI 2011″ :

Day 1 : Minggu, 3 Juli 2011

Berangkat dari rumah, menuju ke Banyuwangi.

Sebenarnya kami mendaftar untuk berangkat bersama bis yang disewa panitia KKR, hari Selasa yang akan datang. Tetapi hari Jumat kemarin ada info bahwa kendaraan seorang anggota gereja berangkat hari Minggu. Sebagai tim sekretariat (yang banyak tidak ikut kali ini karena alasan kesibukan mereka dan problem2 yang mereka hadapi), maka saya memutuskan berangkat lebih awal. Hari Sabtu siang (2 Juli 2011) saya paksakan meng-packing semua kebutuhan sekretariat, siang hari itu dalam 2 doos besar dan 1 doos kecil. Tidak saya hiraukan ‘ide-ide baru’ dari rekan2 yang lain (yang bikin repot dan rewel saja)… yang penting, berangkat dulu.

Kami sekeluarga naik mobil seorang anggota jemaat gereja kami, yang memiliki saudara / family di kota Banyuwangi. Pagi jam 05:30 kami sudah siap, menunggu di depan perumahan Kepuh Permai.

Singgah di Probolinggo, di POMP BENSIN, untuk rehat.


Pemandangan sepanjang perjalanan, lewat PAITON. Kami juga bisa melihat ‘pulau Bali’ pada waktu mencapai kota Banyuwangi. Seakan tinggal beberapa meter saja…


Mampir di toko kakak pemilik mobil, di kota Banyuwangi.


Ini toko dari pak Heru, kakak dari ibu Min Hong, pemilik mobil yang kami tumpangi.

Sebelum diantar ke kota Genteng oleh Mr. Heru, diajak makan di sebuah depot di luar kota Banyuwangi. Makanan yang disediakan : ayam goreng, sambel di cowek…


Inilah driver keluarga Sutiyoso, yang memberi tumpangan kami sekeluarga ke Banyuwangi. Namanya PAYUNG! YA, setelah diusut, itu marganya dia orang Batak, marga SIPAYUNG. Dan namanya adalah TUMIRAN SIPAYUNG!


Bermalam di hotel AJM, Genteng.

Di hotel ini, acara KKR “Kabar Mempelai” dilaksanakan tgl. 5 – 6 Juli 2011. Dihadiri sekitar 200 hamba-hamba Tuhan dari wilayah Banyuwangi dan Jawa Timur dan Bali.

Malam hari, panitia masih sibuk berdatangan, sound system, AC, dekorasi, dsb.

Day 2 : Senin, 4 Juli 2011

Pagi hari, aku dan istriku jalan-jalan ‘cari sarapan’. Temukan warung penjual nasi lodeh, pecel, bothok, dsb.

Bermalam di hotel AJM, Genteng.

Day 3 : Selasa, 5 Juli 2011

Hari ini, jam 08.00 pagi, kami mulai mendaftar ulang para peserta / undangan KKR.


Setiap peserta / undangan menerima BADGE (= kartu pengenal) peserta KKR Banyuwangi, di berikan sesuai nama peserta dan dari mana mereka berasal / kota atau desa mereka.



Sore ini, pukul 18.00 WIB acara pertama KKR dimulai.

Bermalam di hotel ‘Baru Indah’, Jajag.

Day 4 : Rabu, 6 Juli 2011

Hari kedua KKR. Kegiatan dimulai pagi hari. Sarapan di hotel ‘Baru Indah’, Jajag.


Bersiap meninggalkan kamar hotel, nomor 906.


Sedang memeriksa dan menginput data para undangan yang ‘mendaftar ulang’. Siang itu kami tidak kembali ke hotel ‘Baru Indah’ di kota Jajag (12 km dari Genteng). Tapi menyelesaikan pekerjaan input data para peserta.

Semoga di KKR KKR mendatang, banyak yang mau membantu pekerjaan kami, sebab kami merasa sangat lelah, ngantuk dan badan pegal-pegal. Inginnya istirahat…


Gedung di mana acara KKR diadakan.

Yang menggembirakan bagiku, selain bertemu dengan hamba-hamba Tuhan dari daerah Banyuwangi dan sekitarnya, berjumpa dengan mantan guru sekolah Mingguku waktu aku masih SD di desa Ngunut, Tulungagung dahulu. Dia bernama Pdt. ANDREAS SUKANDAR dan istrinya, sekarang melayani TUHAN di Jember. (Foto ini akan kutayangkan di blogku tentang DESA NGUNUT, TULUNGAGUNG di mana aku dilahirkan)

Sore, kami harus membatu bidang Bendara untuk mendata dan mengetik dan membuat tayangan “Laporan Keuangan” yang harus mereka bacakan di akhir acara. Saya bertugas menampilkannya di layar LCD, dengan program Power Point.

Bermalam di hotel ‘Baru Indah’, Jajag. Sebenarnya ada undangan untuk makan malam bersama di hotel / penginapan satunya “New …” apa itu aku lupa, tapi badan kami sudah terlalu lelah, kami memilih kembali ke kamar hotel. Akhirnya keluar untuk beli nasi sendiri, dengan ayam goreng, dan ikan wader. Istri dan anakku sangat menikmati makan malam itu, dengan sambal yang sangat pedas…

Malam ini kami tidur dengan pulas . . . lelah setelah 4 hari beraktifitas di Genteng, Jajag…

Day 5 : Kamis, 7 Juli 2011

Pulang ke Surabaya. Naik bis yang disewa pihak panitia, berisi 41 orang. Mampir di rumah makan “BROMO” – Probolinggo. Beli oleh-oleh : Tape Bakar, Tape dan lain-lain.





Melewati hutan-hutan, desa-desa, pemandangan indah ini selalu tampak di jendela bis kami.


Walaupun ada penumpang yang tidak mau duduk di bangku / kursi bis. Dia lebih suka duduk di dekat pintu belakang!

Visit my FACEBOOK ALBUM for all my photos about our Banyuwangi Trip!

Seperti biasa, aku juga banyak mengambil materi untuk blog-blog dan koleksi foto digitalku :

1. Hiasan-hiasan / tulisan-tulisan di dinding.
2. Iklan-iklan / poster2 yang ditempel.
3. Ordinary People – orang-orang biasa yang kutemui
4. Gedung-gedung dengan cat-cat promosinya
5. Mobil / kendaraan dengan stiker hiasannya

dan semua akan kumasukkan di blog-blog ku sesuai kriterianya.




Seorang penjual mainan ‘burung kertas’ yang bergerak seolah benar-benar terbang!

Foto bersama tetangga di Kepuh Permai

Minggu pagi, 12 Juni 2011, saat akan berangkat ke gereja, bertemu dengan tetanggaku, pak Sukarni (71 th), seorang purnawirawan AL. Dia berseragam, dan waktu kutanya, katanya dia akan ada acara ‘makan-makan’ bersama tetangga kami : Pak Nyoman. Kesempatan ini kugunakan untuk foto bersama mereka :

Foto bersama pak Nyoman.

Foto bersama pak Sukarni.

Kunjungi “Gebyar Buku Murah 2011″ di DHL Building

Minggu siang, sepulang dari gereja, sampai di rumah kami makan siang (istriku masak lodeh dan ayam goreng), aku dan Sammy pergi ke “Gebyar Buku Murah 2011″ yang diadakan di gedung DHL, Jl. Ahmad Yani, Surabaya.

Beberapa suvenir yang ditawarkan : Pin, Mug, Topi dan Kaos T-shirt. Aku beli Pin warna kuning 1 biji.

Lagu-lagu Tembang Kenangan

Apa yang kupikirkan saat mendengar seorang pengamen di bis kota menyanyikan lagu-lagu ‘Tembang Kenangan’ ? Walau dengan suara yang fals, serak dan permainan gitar yang menurutku kurang ‘pas’ ?

Kenangan pada masa muda, kenangan pada orang tuaku (almarhum papa dan mama), ataupun kenangan kisah cintaku, pasti langsung muncul ! Memberi semangatku untuk terus maju dan berani melangkah !

Siang ini, pulang ke rumah dari pekerjaan di kantor, dihibur lagi oleh pengamen di bis kota, dengan 3 lagu !

“Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa…
benturan dan hempasan terpahat di dahimu… “
(Ebiet G. Ade)
Lagu tentang seorang ayah, pasti mengingatkanku pada papa dan mamaku …
yang kuyakin sekarang ada di Surga . . .

dan

“… ijinkanlah aku rindu, pada hitam rambutmu …
dan semoga kerinduan ini bukan mimpi di atas mimpi.. “
(Ebiet G. Ade juga)

Membawa kenangan pada waktu masih mencoba mencintai seseorang yang tidak mau menerima cintaku… dulu…

dan

“sepanjang jalan kita … ” (Pance)

Kuambil lyric lagu Pance ini

Kucari jalan terbaik

Sepanjang kita masih terus begini
Takkan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja

Senyum dan tawa hanya sekedar saja reff 1
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuang

Kucoba bertahan mendampingi dirimu reff 2
Walau kadangkala tak seiring ceria
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata

dari sini.

Ini lagunya Ebiet tadi (yg pertama dinyanyikan)

Titip Rindu Buat Ayah

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

dan ini lagu ke duanya : (agak susah mencarinya – gak tahu judulnya)
tapi – ingat, ini dunia dan jaman internet! Kucari di Google dengan kata “bukan mimpi di atas mimpi”, dan diketemukannya!

Ini dia :

Elegi Esok Pagi

Izinkanlah kukecup keningmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah

Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi

Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh….
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu oh oh…….

Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi

Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh……
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini oh oh……

A Trip to Pekalongan

Hari Sabtu (23 April 2011) pukul 17.00 saya ikut rombongan dari Surabaya (berjumlah 7 orang termasuk saya) naik kereta api dari Stasiun Pasar Turi, menuju kota Pekalongan, Jawa Tengah untuk mengadakan pelayanan – acara Paskah Anak-anak sekolah Minggu di sebuah gereja di sana.

Sampai di kota Pekalongan, sekitar pukul 21:30 malam. Kami bermalam di hotel.

Paginya, Minggu 24 April 2011, kami melayani kebaktian Paskah anaka-anak di gereja itu, acaranya Panggung Boneka dipimpin oleh teman saya (kepala rombongan) – Kak Wawang.

Siang itu kami kembali naik kereta api ke Surabaya. Sampai di Surabaya sekitar jam 21.00 malam. Sangat melelahkan, tapi kami sangat bersukacita sebab bisa menyampaikan Firman Tuhan kepada anak-anak kecil di sana.

Foto-fotonya bisa dilihat di album PHOTOBUCKET saya.

Saya akan lengkapi dengan video-video yang sempat saya buat di sana.

Kisah yang kami perankan diambil dari Injil Matius 18 : 23-35

23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. 25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. 26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.

28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.

31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. 33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.

35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Selamat ulang tahun, cinta-ku!

Hari ini, genap usiamu 42 tahun . . .
Kau telah bersamaku,
menemaniku merajut hari-hari,
suka dan duka,
kita alami bersama,
selama 16 tahun ini…

Kekasihku,
aku berterima kasih kepada Tuhan,
yang telah mengatur pertemuan kita,
yang telah memperkenalkan dirimu kepadaku,
sehingga membuatku jatuh cinta kepadamu…

Waktu aku memintamu menemaniku seperti sekarang ini,
tak pernah kubayangkan,
betapa aku sering melukaimu,
betapa aku sering menyakitimu,
dengan kata-kataku…
dengan sikap dan tingkahku…

Kasih,
di hari yang berbahagia ini,
aku ucapkan “SELAMAT ULANG TAHUN, CINTAKU”
terima kasih atas kesediaanmu
menemaniku selama ini,

juga
aku meminta ampunanmu,
walau engkau selalu memaafkanku
seperti yang kau berikan selama ini,

namun hati ini selalu disesakkan
oleh sesal,
kala melihat engkau terlelap
dalam kelelahan
dan dalam kesederhanaanmu…

Kasih,
sampai hari ini,
aku selalu menganggapmu sebagai
‘Kado Ter-indah di dalam hidupku’
yang dianugerahkan Tuhan kepadaku…’
dan takkan ada apapun yang
bisa menandingimu di dunia ini!

Waktu aku berulang tahun,
engkau selalu bertanya kepadaku :
“Kado apa yang ingin kau terima?”

Aku selalu tersenyum,
dan mengatakan ‘tidak usah bingung memikirkan kado
buat aku… kalianlah kado terindah yang kumiliki di dunia ini!”

Selamat ulang tahun, istriku, engkaulah cintaku di dunia ini !

Surabaya, 21 Maret 2011

Samuel belajar membuat blog

Beberapa hari yg lalu, Sammy belajar membuat blog, di sini.

43

Apa yang kualami setiap hari,
baik atau buruk menurutku,
adalah pendapat diri-ku yang sangat egois,
karena aku selalu menghitung
‘untung’ atau ‘rugi’nya
bagi ke-aku-anku saja

tetapi setiap hari,
bagiku adalah mujizat,
suatu hari yang luar biasa,
yang membuatku terkagum-kagum,
dan semakin berterima kasih
kepada Tuhan,
yang telah memberiku nafas hidup,
selama 43 tahun ini…

terima kasih bagi ke dua orang tuaku,
yang telah lama meninggalkanku…
tanpa mereka, aku tidak akan hadir
di dunia ini…
sebab lewat mereka, Tuhan mengirimku
ke dunia…
tanpa mereka, aku tidak akan mengerti
apa arti hidup di dunia fana ini…

aku sangat berterima kasih kepada Tuhan,
yang memberiku teman-teman
yang sangat banyak disekelilingku
untuk mencetakku menjadi manusia
yang kelak bisa menjadi manusia sempurna
sesuai standar-Nya…

teman-temanku adalah harta kekayaanku
yang tak ternilai,
mereka memberiku dorongan dan semangat hidup,
mereka mengajarku menerima hal-hal baik dan buruk
di dalam hidupku
mereka mengajariku mengerti apa arti memaafkan,
apa arti mengampuni, apa arti mencintai sesama,
dan banyak memberiku catatan – apa arti kehidupan ini

banyak temanku yang meninggalkanku,
karena mereka juga berjuang demi masa depan mereka,
tetapi Tuhan juga memberiku teman-teman yang baru
dengan semua aneka ragam sifat-bawaan mereka
yang kadang membuatku sedih, gembira, sakit hati,
kecewa, marah, jengkel, tertawa geli, dan tetap
aku bersyukur buat kehadiran mereka di hidupku…

tanpa teman-temanku aku tidak mampu berjalan
di dunia ini,
hari demi hari,
jam demi jam,
menit demi menit,
bahkan detik demi detik…

terutama dua orang teman yang masih mau
menemaniku hingga sekarang,
yaitu istriku yang selalu kusebut sebagai
“Wanita tercantik di dunia”,
telah menemaniku selama 16 tahun…
anakku, yang sering kubangga-banggakan,
karena dia lebih ganteng dari aku,
telah menemaniku selama 15 tahun…

kami tertawa bersama,
menyanyi bersama,
main kartu bersama,
makan bersama,
dan saling membagi,
bahwa kehidupan kami bertiga
adalah anugerah dari Tuhan!

tiap hari aku berdoa bagi teman-temanku
semuanya tak terkecuali,
semoga Tuhan menganugerahi mereka
dengan kasih sayang-Nya yang tak terbatas,
kedamaian hati, kebahagiaan di tengah keluarga,
kesuksesan, kesehatan…

Terima kasih Tuhan,
untuk teman-teman yang telah Kau beri
dan yang akan Kau berikan lagi…

dan terima kasih
untuk penyertaan-Mu selama ini,
dan di masa-masa mendatang,
bahkan hingga ku masuk ke dalam Kerajaan-Mu yang abadi…

Terima kasih !

Kumuat juga di blog WordPressku.
dan blog untuk almarhum ke dua orang tuaku Gunawan dan Sunarti..

Fotoku kelas 6 SD

Ini foto perpisahan waktu aku kelas 6 SD (tahun 1980-an). Aku duduk jongkok. Berfoto bersama teman-teman dan guru-guru dan wali murid.

Ini foto alm. Papaku, bersama para wali murid lainnya.

Ini fotoku masih umur 12 tahun.

Artikel juga kumuat di blog untuk almarhum orang tuaku..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.