Apa yang kupikirkan saat mendengar seorang pengamen di bis kota menyanyikan lagu-lagu ‘Tembang Kenangan’ ? Walau dengan suara yang fals, serak dan permainan gitar yang menurutku kurang ‘pas’ ?
Kenangan pada masa muda, kenangan pada orang tuaku (almarhum papa dan mama), ataupun kenangan kisah cintaku, pasti langsung muncul ! Memberi semangatku untuk terus maju dan berani melangkah !
Siang ini, pulang ke rumah dari pekerjaan di kantor, dihibur lagi oleh pengamen di bis kota, dengan 3 lagu !
“Di matamu masih tersimpan, selaksa peristiwa…
benturan dan hempasan terpahat di dahimu… “ (Ebiet G. Ade)
Lagu tentang seorang ayah, pasti mengingatkanku pada papa dan mamaku …
yang kuyakin sekarang ada di Surga . . .
dan
“… ijinkanlah aku rindu, pada hitam rambutmu …
dan semoga kerinduan ini bukan mimpi di atas mimpi.. “ (Ebiet G. Ade juga)
Membawa kenangan pada waktu masih mencoba mencintai seseorang yang tidak mau menerima cintaku… dulu…
dan
“sepanjang jalan kita … ” (Pance)
Kuambil lyric lagu Pance ini
Kucari jalan terbaik
Sepanjang kita masih terus begini
Takkan pernah ada damai bersenandung
Kemesraan antara kita berdua
Sesungguhnya keterpaksaan saja
Senyum dan tawa hanya sekedar saja reff 1
Sebagai pelengkap sempurnanya sandiwara
Berawal dari manisnya kasih sayang
Terlanjur kita hanyut dan terbuang
Kucoba bertahan mendampingi dirimu reff 2
Walau kadangkala tak seiring ceria
Kucari dan selalu kucari jalan terbaik
Agar tiada penyesalan dan air mata
Ini lagunya Ebiet tadi (yg pertama dinyanyikan)
Titip Rindu Buat Ayah
Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
dan ini lagu ke duanya : (agak susah mencarinya – gak tahu judulnya)
tapi – ingat, ini dunia dan jaman internet! Kucari di Google dengan kata “bukan mimpi di atas mimpi”, dan diketemukannya!
Ini dia :
Elegi Esok Pagi
Izinkanlah kukecup keningmu
Bukan hanya ada didalam angan
Esok pagi kau buka jendela
Kan kau dapati seikat kembang merah
Engkau tahu aku mulai bosan
Bercumbu dengan bayang-bayang
Bantulah aku temukan diri
Manyambut pagi membuang sepi
Izinkanlah aku kenang sejenak perjalanan oh oh oh oh….
Dan biarkan kumengerti
Apa yang tersimpan dimatamu oh oh…….
Barangkali di tengah telaga
Ada tersisa butiran cinta
Dan semoga kerinduan ini
Bukan jadi mimpi di atas mimpi
Izinkanlah aku rindu pada hitam rambutmu oh oh oh oh……
Dan biarkan ku bernyanyi
Demi hati yang risau ini oh oh……
